Sabtu, 27 Maret 2010

Kegiatan OPI Abdya

21 Maret 2010, 10:16

Hadapi UN, Ratusan Siswa Laksanakan Doa Bersama

Menghadapi Ujian (UN) 2010, ratusan siswa yang tergabung dalam Organisasi Pelajar Islam (OPI) Abdya melaksanakan doa dan baca Yassin bersama di Masjid Jamik Agung Blangpidie, Sabtu (20/3). SERAMBI/ZAINUN YUSUF


BLANGPIDIE – Menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2010, ratusan siswa SMA/MA/SMK yang tergabung dalam Pengurus Cabang Organisasi Pelajar Islam (PC OPI), Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (20/3) melaksanakan doa dan baca yasin bersama di Masjid Jamik Agung Blangpidie.


Acara untuk persiapan mental itu bertujuan agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian dan mampu menjawab soal-soal. Doa bersama itu dipimpin Husni RA, Kabid Perberdayaan Dayah, Dinas Syariat Islam, dihadiri Bupati diwakili Asisten Pemerintahan, Drs Ramli Bahar, Kadis Pendidikan, Drs H Sulaiman MM, serta para pengurus organisasi Islam.

Ketua PC OPI Abdya, Kiki Al-Baihaqi melaporkan, pelaksanaan doa bersama itu diikuti ratusan siswa yang diwakili 10 siswa dari masing-masing SMA/MA/SMK dalam di Abdya. Asisten Pemerintahan, Ramli Bahar mengatakan, Pemkab Abdya menyampaikan terima kasih kepada PC OPI atas tersenggelarakannya doa bersama itu, dengan harapan pelaksanaan UN dapat berjalan sukses.

Pengharagaan serupa juga disampaikan kepada PC OPI oleh Kedis Pendidikan, Sulaiman atas kerjasamanya membantu Dinas Pendidikan untuk menyukseskan pelaksanaan UN. Sementara itu, Ketua Panitia UN Abdya, Zakaria SPD, yang juga Kabid Madas, Dinas Pendidikan yang dihubungi Serambi kemarin menjelaskan, soal UN 2010 sudah diterima, Jumat (19/3). Seluruh soal UN untuk SMA/MA serta SMP dan MTs dibawa ke Mapolres Abdya untuk pengamanan. Kemudian sejak Sabtu (20/3) didistribusikan ke Mapolsek di kecamatan-kecamatan.(nun)

Sabtu, 06 Maret 2010

Fenomena Alam di Madinah (Jabal Magnet)

Setiap jemaah umrah atau haji tentu akan penasaran untuk melihat keajaiban Gunung (Jabal) Magnet di daerah Mantiqo Baidho. Lokasi yang mengandung magnet berkuatan besar itu terletak sekitar 30 kilometer di luar Kota Madinah, Arab Saudi. Kekuatan magnet itu begitu besar sehingga mampu menarik bus yang berpenumpang.

Tarikan magnet mulai terasa ketika bus melewati beberapa gunung batu yang terlihat gersang. Laju bus mulai melambat walaupun jalan tidak menanjak. Suara mesin bus semakin terdengar menderu-deru ketika kendaraan itu pas berada di atas jalan yang ditandai garis putih. Sopir terlihat menginjak pedal gas dalam-dalam.

"Lihat Pak, sopir sudah menginjak penuh pedal gas, tetapi mobil tetap berjalan lambat karena tertarik magnet yang sangat kuat," kata Abdul Ghani, pemandu jemaah umroh dari Khalifah Tour.

Sopir mulai menghentikan bus. Ia lalu menetralkan gigi persneling. Secara perlahan bus bergerak mundur walaupun jalan tidak menurun. Karena melaju mundur, sopir tidak lama membiarkan busnya terus melaju. Sopir lalu memasukkan lagi gigi persneling dan bus pun melaju meskipun lambat. Semakin jauh dari jalan yang ditandai garis putih, laju bus kian kencang karena tidak lagi tertarik magnet. Setelah tiba di bundaran, sopir membalikkan laju bus dan kembali ke arah Kota Madinah.

Di tempat yang ditandai garis putih, sopir kembali menghentikan busnya. Ia memberi tahu kepada seluruh jemaah bahwa ia menetralkan gigi persneling. Bus mulai bergerak maju walaupun sopir tidak memacunya. Laju bus semakin lama semakin kencang dan spidometernya menunjukkan kendaraan itu melaju sampai 120 km per jam.

Kecepatan itu diperoleh bus tanpa mendapat bantuan mesin karena gigi berada pada posisi netral. Laju bus tanpa gigi persneling itu berlangsung sepanjang empat kilometer. Di jalan sepanjang empat km itu bus tertarik magnet. Setelah melewati empat kilometer, sopir bus harus memasukkan gigi persneling karena pengaruh magnet sudah melemah.

"Kawasan ini semula akan dijadikan bandara. Namun, ketika sedang dilakukan pembangunan jalan, alat-alat berat yang akan digunakan dalam pembangunan bandara tidak mampu melewati kawasan itu sehingga pemerintah Arab Saudi membatalkan rencana pembangunan itu," kata Abdul Ghani.

Kawasan wisata

Pemerintah Arab Saudi, menurut Abdul Ghani, lalu menjadikan kawasan itu sebagai tempat wisata andalan yang mampu menyedot jutaan jemaah dan wisatawan dari mancanegara. "Setiap hari lokasi ini selalu dikunjungi jemaah atau wisatawan yang ingin melihat keajaiban alam. Yang berkunjung ke sini bukan hanya warga asing, warga negara Saudi sendiri pun banyak yang sengaja berwisata ke Jabal Magnet," katanya.

Kawasan Jabal Magnet bukan tempat wisata yang sejuk dan nyaman. Lokasinya dikelilingi gunung-gunung batu yang tinggi. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan tanah-tanah gersang yang mengering karena sangat jarang diguyuri hujan.

Magnet yang berkekuatan besar itu sampai sekarang masih misteri. Belum ada penelitian yang dapat menerangkan secara pasti fenomena alam tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga kemungkinan enggan mengungkap rahasia Jabal Magnet itu dan sengaja membiarkan kawasan itu sebagai suatu lokasi yang menimbulkan penasaran warga dunia.

Kawasan itu kemungkinan akan tetap dipelihara sebagai tabir yang akan mengundang rasa penasaran setiap wisawatan, jemaah haji dan umroh yang mengunjungi tanah suci. Jadi, jika Anda berkunjung ke Arab Saudi jangan sampai melewatkan keajaiban Jabal Magnet.

[voa-islam/PR]